Saturday, June 29, 2013

Perpektif saya tentang 'Bos' (Part 2)

Episode yang lalu kita udah membahas tentang bos yang 'perfeksionisme'-nya mengalahkan Tuhan (oke itu Lebay) Cerita pun berlanjut ketika base kerjaan saya berpindah ke Cafe yang berbeda walau masih satu group. 

The Calculator 
Saya benci sekali Akuntansi karena penuh perhitungan dan kalkulasi, namun sebagai 'calon pengusaha' (Aminkan sodara-sodara) saya harus terbiasa dengan kalkulasi apalagi yang menyangkut beban biaya, biaya, biaya dan biaya agar menghasilkan namanya 'profit' atau keuntungan. Yes, saya mesti berteman baik dengan semua laporan angka itu. But, the other side saya ikut belajar dengan melihat another bos saya ini yang kebetulan dia adalah akuntan dan mengatur seluruh finance di perusahaan itu. 

personality, he has a Charisma. yes, dia karisma-nya kuat sekali, stay cool, berbicara seperlunya dan membentuk sebuah komunikasi yang 'efektif' antara staff dan dirinya sebagai atasan. Karakter dan cara dia mendekatkan dirinya namun tetap memberikan sebuah batasan antara atasan dan staff. contoh ketika melewati masa probation, dia menanyakan 'bagaimana selama bekerja di sini? ada kendala apa? bagaimana pekerjaanmu? apa yang sulit?' sebagai motivasi, dia lulus 100% menurut saya. bagaimana pun ketika masa-masa seperti itu kamu bisa menjelaskan bagaimana pekerjaanmu dengannya dan situasinya dibuat sesantai mungkin agar kamu bisa berbicara sejelas-jelasnya. saya hanya menganalisa dari apa yang rekan saya alami karena ia memiliki komunikasi kerja dengannya di bidang operasional. Good personality touch. 

But, sebagai akuntan yang baik dia mengharapkan laporan yang detailnya mungkin tingkat 'sempurna' juga, saya kurang jelas bagaimana komunikasi kerja dengannya sebagai staff yang menulis laporan keuangan, saya cuma bisa menggambarkan bagaimana repotnya mereka yang tidak terbiasa melihat segepok laporan penuh angka ketika meeting bulanan. It's sick! kadang, karena terlalu telitinya beliau. hingga 1 helai bulu pun tidak boleh hilang dari pencatatannya dia. oleh karena itu, kadang bagian operasional terutama pencatatan keuangan dan kroni-kroni nya bakal ketumpahan tugas baru ketika 1 kasus terjadi. misalnya saja, 'kenapa baterai cepet habis?' akibatnya 'baterai ikut diinventori setiap minggu, dan ada 26 ruangan dengan rata-rata ada 2 microphone dengan 2 baterai belum lagi dengan remote AC dan semua diinventori dengan jenis yang ada' ketika mendengar teman saya berkata seperti itu, saya cuma komen 'Oh My God' dan pekerjaan akan bertambah lagi kalo ada yang 'missed'

The Understanding (Too Much)
Selain itu saya juga punya 1 bos lagi yang PALING, paling friendly dan paling understanding di kumpeni ini. kebetulan dia ada berjiwa seni (dikit) dan memegang operasional. dia paling mudah dicari, paling mudah diajak berdebat, paling easy going dan paling mudah diajak bercanda. staff jadi dekat dengannya sehingga komunikasi kerja jadi lebih mudah dengannya.

Namun, bahaya nya, terlalu easy going ini menjadi perkara serius ketika 'take decision' pemikirannya terlalu rendah, tidak visioner, tidak punya planning yang oke, kadang decision yang dia berikan tidak terlalu jelas arahnya dan lebih pasif jadinya ketika dalam komunikasi kerja. pasif yang saya maksud bukannya dia diam, namun segala planing dan decision yang dia berikan cenderung bertolak belakang dengan apa yang dipikirkan oleh staffnya. misalnya ketika ada pertengkaran diantara 2 (atau beberapa staff) dia cenderung tidak mendengar banyak, namun menelaah / memblending masalahnya dan melihatnya dari sisi lain, pemaaf tapi tidak menyelesaikan masalah bagi saya. dia cenderung pemikir yang tidak semestinya, terlalu mengerti dan terlalu pengertian sehingga tidak melakukan keputusan yang tepat sehingga kejadian yang tidak diduga & diharapkan bisa terjadi kedua kalinya. 

Memang kedekatannya dengan karyawan menjadikan komunikasi kerja cenderung mudah, mencari solusi dengannya itu mudah sekali dan kadang pun tidak terlalu tegang sehingga kita bisa berbicara & berpendapat apa adanya kita. positifnya memang dia mengerti dan memberikan pemikiran yang berbeda dengan cara pandang lain, namun terkadang terlambat.

---

Pengalaman saya selama 1 tahun di perusahaan itu harus berhenti karena saya pindah kota. pengamatan saya terhadap atasan saya tidak berhenti, bahkan di sini (di kota baru ini) selama 9 bulan saya bekerja banyaak sekali pelajaran yang saya petik. semoga bisa saya rangkumkan dengan jelas di sini, karena pengalaman ini sungguh sangat berharga untuk membentuk sifat kepemimpinan saya yang tepat di waktunya nanti.

(AW)

Monday, June 17, 2013

Morning note

Apa sih rutinitas kamu ketika bangun tidur?

kalo saya yang menurut saya paling menyenangkan adalah : memasak

ya, setiap pagi saya sisihkan waktu 30menit untuk memasak sarapan & makan siang,

sambil itu saya membuka pintu depan dan melihat hari yang cerah dengan angin yang sepoi2 masuk ke dalam rumah,

ahhhh... it's a Good Day

pagi hari merupakan waktu terpendek yang saya pikir, banyak orang memilih untuk berleha-leha ketika hari liburnya, tidur hingga melewati waktu yang paling indah & paling produktif selama 24 jam.

banyak inspirasi saya tercipta di pagi hari, dan jujur saja waktu bekerja saya yang paling produktif adalah ketika jam 9 pagi hingga waktu makan siang, ketika saya ter"ganggu" oleh perut saya yang lapar di waktu siang, ketika itu saya merasa produktivitas saya menurun.

so, don't miss this beautiful moment, bangun pagi donk, masak kek, berkebun kek, jogging kek, terserah bagaimana merasakannya, tapi kamu bakal tau apa manfaatnya.

ciao!(AW)

Pendidikan, buat apa yah?

berpikir menulis tentang ini karena lagi heboh2nya mau test perguruan tinggi negeri, karena pengalaman yang lalu pernah ikutan heboh2in penerimaan SPMB.

timbul pertanyaan sampe 4 pilihan jurusan dan universitas yang diinginkan, waktu itu anehnya pilih Kedokteran dan Manajemen di 2 universitas. Saya gak lolos di SPMB tersebut dan mengurungkan niat untuk mengikuti SNMPT karena untuk universitas yang saya mau gak ada. Saya apakah memang tidak mampu di sana? menurut saya tidak, saya bukannya tidak mampu tapi saya tidak memperjuangkannya.

target saya cukup tinggi demand-nya, persaingan ketat, dan kurangnya persiapan. menurut saya tiga kombinasi alasan yang cukup menjawab kenapa saya tidak lolos dalam SPMB itu, namun nyeletuk lah ucapan dari teman-teman saya "kenapa gak ambil jurusan B, jurusan C, jurusan D ajah yang sepi peminat?" saya pun bingung, kenapa harus menghindari persaingan? kedua, kenapa harus di jurusan yang gak kamu kenali sama sekali?, ketiga bagaimana bisa kamu kuliah di jurusan yang gak tau nantinya kamu bakal jadi apa? jawaban dari ketiga jawaban itu sama "DEMI BISA KULIAH DI UNIVERSITAS FAVORITE.. PASANG DI PROFIL FB, JADI BAHAN BANGGAAN ORANG TUA SAMA TETANGGA & SODARA, JADI BAHAN GENGSI2AN, padahal dia gak tau kuliahnya tentang apa dan nanti bakal jadi apa.

ini kan miris sekali sodara-sodara, kalo hatinya di arkeologi, kenapa gak kuliah di arkeologi ajah? nanti ada jawabannya "kan bukan fakultas favorit?" lah yang penting kan masa depannya jelas dan suka di bidangnya. ya walaupun di Indonesia misalnya arkeologi tidak terkenal, bukan berarti indonesia tidak butuh, malah saya rasa Indonesia butuh sekali SDM di bidang ini dikarenakan Indonesia kaya akan Sejarah yang masih belum terbentuk sempurna. that's one of million example.

Bagi saya, apapun itu kalo memang dilakukan 100% dan memang bermanfaat bagi kehidupan orang banyak, Tuhan gak akan tinggal diam, hanya sedikit ditambah perjuangan saja di dalamnya. lagipula bukankah lebih baik kita berjalan di jalan yang benar walaupun sendiri daripada ramai-ramai tapi pada salah jalan. miris sekali, kenapa suka terjun ke jurang ramai-ramai?

so, menjawab sekali lagi pertanyaan di atas, Pendidikan buat apa? Tujuan akhir kita sekolah itu apa? menurut saya yah, Berkarya. Mau itu bekerja, buka usaha, nulis lagu, melukis, cipta patung, bukankah semua itu hasil karya yang butuh 'pendidikan' ? ketika sudah bisa berkarya baru bisa menjawab pertanyaan 'Berguna kah karya mu bagi lingkungan mu?' ketika terjawab sudah jawaban nomer dua itu, mari jawab yang terakhir 'Sampai sejauh mana karya mu menggaungkan bumi mu?' ketika 3 pertanyaan itu terjawab, maka saya pikir saya sudah sampai di titik namanya 'kesuksesan'

mari kita renungkan apa sebenarnya defenisi & tujuan dari pendidikan?(AW)

Perpektif saya tentang 'Bos' (Part I)

Halo, akhirnya bisa brainstorming lagi di sini. kali ini saya mau men-sharing pengalaman saya menghadapi berbagai jenis Bos (BOD, atasan, pemilik perusahaan, pemberi keputusan, direktur atau whatever lah bahasanya) kebetulan saya baru pengalaman bekerja selama hampir kurang lebih 2 tahun. kebetulan saya menghadapi 4 macam bos selama saya bekerja 2 tahun di 2 perusahaan dan di 2 kota yang berbeda. 

The PERFECT PRINCE,
setelah saya menamatkan sekolah & course design di salah satu lembaga swasta di Kota Medan, saya pun mencoba melamar pekerjaan sebagai Graphic Design di salah satu Restoran Franchise Nasional yang di Medan. saya diwawancara oleh seorang Bos Muda, berusia 30an, tampangnya arogan, ya tipe2 pangeran di sebuah kerajaan zaman dahulu kala, persis lah dia!

Selama bekerja bersama dia, saya dipusingkan dengan sikapnya yang PERFEKSIONIS, semuanya harus SESEMPURNA & SEDETAIL mungkin, saya tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengannya karena dia memberikan sebuah 'Gap' atau pembatas yang sangat jelas dan tinggi antara staff dengan atasan. sekitar 4 bulan saya bekerja directly terhadap dia, banyak sekali hal yang saya pusingkan, belum lagi sikap tidak mau salah (dan mengaku salah) apalagi dia sering 'LUPA' bahkan lupa akan apa yang ia putuskan & ucapkan (sampai-sampai ada staff yang memberikan konfirmasi atas apa yang dia ucapkan dengan menyuruhkan menandatangi statement yang dia katakan di notes staff tersebut) 

Sisi Negatifnya yah begitu, doi tipe-tipe pangeran yang belum pernah kerja susah (kebetulan nasibnya sangat mujur dari lahir sudah jadi bos) jadi agak dimaklumi kalo dia susah menempatkan posisinya sebagai karyawan, sehingga dia dengan mudah mengatakan "Ini kan Gampang, Itu kan simple, kenapa begini saya mau begitu.. bla bla bla" Apa sih sisi positifnya? Ya, pasti ada donk sisi positifnya, saya belajar bagaimana bekerja dengan 'Sempurna' (memang no body perfect, But you can try the best mah) dalam arti 'all out' tidak tanggung-tanggung, bahkan memberikan perintah yang jelas. Namun, banyak hal yang saya pelajari ketika melihat doi memimpin adalah bahwa tidak semestinya atasan memberikan gap yang terlalu tinggi sehingga susah untuk mengkomunikasikan tujuan kita sebagai satu team, menggunakan bahasa-bahasa yang sopan jauh lebih disegani daripada sering melontarkan kata-kata yang 'jayus' menurut saya and I looked him with poker face and say 'ha ha ha' :|

Oh, God.. cukup 4 bulan saya directly dengan doi, sisanya walau saya masih dalam 1 group namun saya sudah mempunyai manager yang gak perlu doi lagi yang memerintah saya. But, I found many type of bosses... pheew

(AW)

Monday, June 10, 2013

Welcome!

Hai, Selamat Datang di Blog saya.
Perkenalkan diri saya yang sederhana dan biasa-biasa saja ini,
Nama Saya Andi Wibowo, kelahiran Jakarta, 8 Juni 1990, Baru ajah resmi jadi usia 23, cukup mengkhawatirkan juga *sambil liat keriput*

Anyway, abaikan saja percakapan terakhir yang kurang penting itu, yang penting ketika kamu buka blog ini kamu harus tau kenapa saya membuat blog ini. saya punya beberapa masalah psikologis yang susah disembuhkan dan harus diarahkan dengan baik agar berguna bagi bangsa dan negara,

Pertama,
saya tukang ngobrol, kalo saya ketemu teman, saya kadang lupa diri ngerocos gak berhenti-berhenti sampai saya lihat mimik muka teman saya udah unexcited atau teman saya mengalihkan topik.

Kedua,
saya tukang kritik, berilah saya sebuah makanan dan saya bisa mengkritiknya seperti seorang chef ternama, tetapi sebenernya belum tentu saya bisa bikin. tapi, kritik ini bisa diarahkan menjadi kritik yang membangun bukan :)

Ketiga,
saya tukang konsep, saya bisa memberikan sebuah konsep yang mungkin kamu tidak terpikirkan sebelumnya, tapi belum tentu saya bisa membuat atau menciptakan konsep tersebut, lagi-lagi saya hanya manusia biasa yang tak sempurna~

keempat,
saya tukang gali kubur, oke itu jayuz.

cukup tiga ajah yang bisa saya manfaatkan menjadi hal-hal positif di Blog ini, saya intinya mau sharing apa isi kepala saya kepada kamu semua. mau bermanfaat apa engga itu kan urusan nanti, yang penting dituangkan dulu apa isi kepala saya, jangan-jangan kosong lagi kan *lagi2 jayuz*

okay, That's it My Introduction, so jangan ragu-ragu untuk memperkenalkan dirimu (apalagi yang masih jomblo #ehem) bisa follow twitter sampah saya @AWmazing_ atau Facebook saya di Andi Wibowo 

Enjoy!


Andi Wibowo