berpikir menulis tentang ini karena lagi heboh2nya mau test perguruan tinggi negeri, karena pengalaman yang lalu pernah ikutan heboh2in penerimaan SPMB.
timbul pertanyaan sampe 4 pilihan jurusan dan universitas yang diinginkan, waktu itu anehnya pilih Kedokteran dan Manajemen di 2 universitas. Saya gak lolos di SPMB tersebut dan mengurungkan niat untuk mengikuti SNMPT karena untuk universitas yang saya mau gak ada. Saya apakah memang tidak mampu di sana? menurut saya tidak, saya bukannya tidak mampu tapi saya tidak memperjuangkannya.
target saya cukup tinggi demand-nya, persaingan ketat, dan kurangnya persiapan. menurut saya tiga kombinasi alasan yang cukup menjawab kenapa saya tidak lolos dalam SPMB itu, namun nyeletuk lah ucapan dari teman-teman saya "kenapa gak ambil jurusan B, jurusan C, jurusan D ajah yang sepi peminat?" saya pun bingung, kenapa harus menghindari persaingan? kedua, kenapa harus di jurusan yang gak kamu kenali sama sekali?, ketiga bagaimana bisa kamu kuliah di jurusan yang gak tau nantinya kamu bakal jadi apa? jawaban dari ketiga jawaban itu sama "DEMI BISA KULIAH DI UNIVERSITAS FAVORITE.. PASANG DI PROFIL FB, JADI BAHAN BANGGAAN ORANG TUA SAMA TETANGGA & SODARA, JADI BAHAN GENGSI2AN, padahal dia gak tau kuliahnya tentang apa dan nanti bakal jadi apa.
ini kan miris sekali sodara-sodara, kalo hatinya di arkeologi, kenapa gak kuliah di arkeologi ajah? nanti ada jawabannya "kan bukan fakultas favorit?" lah yang penting kan masa depannya jelas dan suka di bidangnya. ya walaupun di Indonesia misalnya arkeologi tidak terkenal, bukan berarti indonesia tidak butuh, malah saya rasa Indonesia butuh sekali SDM di bidang ini dikarenakan Indonesia kaya akan Sejarah yang masih belum terbentuk sempurna. that's one of million example.
Bagi saya, apapun itu kalo memang dilakukan 100% dan memang bermanfaat bagi kehidupan orang banyak, Tuhan gak akan tinggal diam, hanya sedikit ditambah perjuangan saja di dalamnya. lagipula bukankah lebih baik kita berjalan di jalan yang benar walaupun sendiri daripada ramai-ramai tapi pada salah jalan. miris sekali, kenapa suka terjun ke jurang ramai-ramai?
so, menjawab sekali lagi pertanyaan di atas, Pendidikan buat apa? Tujuan akhir kita sekolah itu apa? menurut saya yah, Berkarya. Mau itu bekerja, buka usaha, nulis lagu, melukis, cipta patung, bukankah semua itu hasil karya yang butuh 'pendidikan' ? ketika sudah bisa berkarya baru bisa menjawab pertanyaan 'Berguna kah karya mu bagi lingkungan mu?' ketika terjawab sudah jawaban nomer dua itu, mari jawab yang terakhir 'Sampai sejauh mana karya mu menggaungkan bumi mu?' ketika 3 pertanyaan itu terjawab, maka saya pikir saya sudah sampai di titik namanya 'kesuksesan'
mari kita renungkan apa sebenarnya defenisi & tujuan dari pendidikan?(AW)
No comments:
Post a Comment